Pengaruh Mengemudi Malam dan Kondisi Jalan Monoton Terhadap Tingkat Kelelahan Pengemudi dan Implikasinya Pada Kecelakaan

Autor(s): Budi Dwi Hartanto
DOI: 10.25104/jptd.v21i2.1563

Abstract

Mengemudi merupakan pekerjaan yang monoton apabila dilakukan secara terus menerus. Pekerjaan monoton akan memicu timbulnya kelelahan dan kantuk yang merupakan faktor pemicu human error yang akan mengakibatkan resiko kecelakaan. Sedangkan  mengemudi pada malam hari berbeda dengan mengemudi pada siang hari. Salah satu perbedaan tersebut adalah kelelahan pada mata pengemudi yang terpapar oleh silau cahaya. Oleh karena itu rekonstruksi terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kelelahan pengemudi serta implikasinya terhadap kecelakaan perlu untuk dilakukan. Rekonstruksi tersebut dilakukan dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa mengemudi malam dan kondisi jalan yang monoton secara simultan berpengaruh langsung terhadap tingkat kelelahan pengemudi, namun keduanya tidak berpengaruh langsung terhadap tingkat resiko kecelakaan. Mengemudi malam dan kondisi jalan yang monoton berpengaruh tidak langsung terhadap tingkat resiko kecelakaan melalui tingkat kelelahan pengemudi yang berfungsi sebagai variabel intervening.

Full Text:

PDF

References

Anas Tahir. 2006. Studi Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Surabaya. Universitas Tadulako: Jurnal Mektek. Vol 8 No 2.

Birditha Juliantara, Arie Desrianty, Yuniar. 2015. Analisis Tingkat Kelelahan Dan Kantuk Pada Pengemudi Bus X Berdasarkan Metode Objektif dan Subjektif. Jurusan Teknik Industri Itenas: Jurnal Reka Integra, Volume 3, Nomor 4.

Matul Qoriyah, Ning. 2012. Perbedaan Kelelahan Mata yang terpapar Silau Dalam mengemudi Angkot Pada Siang Hari Dan Malam hari Trayek Johar-Banyumanik. FKM Undip: Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol 1 Nomor 2.

Meutia Reza Syahlefi, Mhd Makmur Sinaga, Umi Salmah. 2015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pengemudi Bus Di CV Makmur Medan Tahun 2014. USU: Jurnal Kesehatan Lingkungan Dan Keselamatan Kerja, Volume 4, Nomor 3.

Pada Lumba, Rismalinda. 2015. Strategi Mengurangi Faktor Kelelahan Pada Pengemudi Bus Untuk Perjalanan Antarkota Antar Provinsi. Universitas Pasir Pengaraian: Jurnal Ilmiah APTEK, Volume 7, Nomor 2.

Pemerintah Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jakarta.

Purnisa Damarany. 2012. Analisis Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Dengan Tingkat Kantuk (Sleepiness) Dan Kelelahan (Fatigue) Pada Pengemudi Dump Truck PT. X Distrik KCB Tahun 2012.Tesis Fakultas Kesehatan Masyarakat. Depok: UI.

Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jakarta.

Rida Zuraida, 2015. Fatigue Risk Of Long Distance Driver As The Impact Of The Duration Of Work, Universitas Bina Nusantara: Jurnal ComTech, Vol 6, No 3.

Sarwono, J. 2007. Analisis Jalur Untuk Riset Bisnis Dengan SPSS. Yogyakarta. Andi.

Tjahjono Tri. 2011. Analisis Keselamatan Lalu Lintas Jalan. Bandung: Lubuk Agung.

Utomo, Erlangga Prio, Sugiono, Sugiono, Efranto, Remba Yanuar. 2015. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kelelahan Pada Pengemudi Truk Tangki (Studi Kasus di PT Pertamina (persero) Upms V, Surabaya). Universitas Brawijaya: Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri, Volume 3 Nomor 1.

Wibowo HS, Muhammad IG, Alif CM. 2019. Pemodelan Alat Pencegah Micro-Sleep Sebagai Upaya Mitigasi Kecelakaan Transportasi. Tunas Bangsa: Jurnal Sains Komputer dan Informatika. Vol 3, No 1.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.