Analisa Potensi Resiko Keselamatan Pengemudi Barang Bahan Berbahaya dan Beracun Berdasarkan Agreement for Transport of Dangerous Goods by Road (ADR)

Autor(s): Emi Septiana Hutabarat
DOI: 10.25104/jptd.v21i2.1564

Abstract

Angkutan barang bahan berbahaya dan beracun merupakan angkutan yang sifatnya berbahaya bagi lingkungan baik untuk manusia dan hewan. Karena sifatnya yang sangat berbahaya maka pengangkutannya diatur oleh konvensi internasional agar meminimalisasi resiko kecelakaan. Aturan untuk pengangkutan bahan berbahaya dan beracun ini terdapat dalam konvensi Agreement for the Transport of Dangerous Goods by Road (ADR). Tujuan dari kajian ini untuk melihat faktor-faktor yang berpotensi terhadap keselamatan pengemudi angkutan barang bahan berbahaya dan beracun selama pengangkutan, dimana faktor-faktor yang analisa merupakan indikator yang diatur dalam konvensi ADR. Analisa yang digunakan merupakan analisa faktor Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan menggunakan skala Likert untuk tabulasi data hasil wawancara sejumlah 30 pengemudi dari beberapa perusahaan angkutan barang bahan berbahaya dan beracun. Berdasarkan hasil analisa awal dapat disimpulkan 26 daftar yang disebut variabel yang merupakan indikasi awal penyebab terjadinya kecelakaan pengemudi. Untuk menguji variabel ini maka dilakukan analisa faktor exploratory factor Analysis. Hasilnya terdapat 12 variabel yang beresiko terhadap keselamatan pengemudi dan 14 variabel tidak terbukti beresiko terhadap keselamatan pengemudi. Ke-12 variabel ini kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristiknya sehingga terbentuk 6 faktor yang berpotensi terhadap keselamatan pengemudi angkutan bahan berbahaya dan beracun faktor manusia terdiri dari variabel pendidikan, pengalaman, kepatuhan terhadap peraturan, kondisi fisik, faktor manejemen perusahaan yakni pemantauan terhadap keselamatan, faktor tata cara pengemasan yakni variabel pengemasan dan kontainer serta pelabelan, faktor kondisi kendaraan terdiri dari variabel perawatan kendaraan dan umur kendaraan, faktor kondisi lalu lintas terdiri dari variabel kondisi permukaan jalan dan kepadatan lalu lintas, dan faktor regulasi yakni variabel kepatuhan terhadap aturan prosedur pemerintah.

Keywords

potensi resiko; bahan berbahaya dan beracun; ADR.

Full Text:

PDF

References

Ambituuni, ct all, 2015. Risk Assessment of petroleum product transportation by road : a framework for regulatory improvement. Safety Science, Elsevier. Volume 79, November 2015, pages 324-335.

Conca,, ct all, 2016. A risk assessment for road transportation of dangerous goods: A routingsolution. Transportation Research Procedia 2016, 14, 2890–2899.

Ditjen Perhubungan Darat. 2018. Perhubungan Darat Dalam Angka Tahun 2018.

Driver Hazardous Materials Safety Guide,2015. Zurich

European Agrrement concerning the international carriage of dangerous goods by road, vol I, New York and Geneva, 2018, United Nation.

Forigua & Lyons, 2015. Safety Analysis of Transportation chain for dangerous goods : a case study in Colombia. Transportation Research Procedia 2015, 12, 842-850.

Malhotra & Birks, 2006. Marketing Researchan Apllied Approach. Prentice Hall

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang dengan Kendaraan bermotor di Jalan. Jakarta.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 269 Tahun 2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Transportasi dan Pergudangan Golongan Pokok Angkutan Darat dan Angkutan Melalui Saluran Pipa Bidang Mengemudi Angkutan Bermotor. Jakarta.

Pusat Data dan Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2014. Modul Pembelajaran SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Jakarta.

Wiwik Pudjiastuti. Packaging for Dangerous Goods. https://centalindocargo.files.wordpress.com/2009/04/packaging-dangerous-goods.pdf. Diakses 15 November 2019.

Zhao, et all, 2018. Safety assessment model for dangerous goods transport by air carrier. Sustainability 2018, 10, 1306.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.