Ability to Pay dan Willingness to Pay Pengguna Jasa dan Efektifitas Pelayanan Kereta Bandara (Studi Kasus: Kereta Bandara Soekarno-Hatta)

Autor(s): Siti Rofiah Afriyanah
DOI: 10.25104/jptd.v21i2.1569

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi perumusan kebijakan terhadap jasa pelayanan Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif serta ability to pay dan wilingness to pay, sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah Standar Pelayanan Minimum Angkutan orang dengan Kereta berdasarkan PM Nomor 48 Tahun 2015 telah dicapai sesuai dengan kriteria dengan baik. Fasilitas yang diberikan di stasiun dan kereta sudah maksimal dan bagus, tidak perlu penambahan, hanya perlu dilihat dari kemauan pelanggan untuk membayar, serta feeder angkutan lanjutan. Pembelian tiket KA Bandara yang dapat memesan seat hanya dari pembelian online, dari vending machine tidak ada pilihan seat, sehingga penumpang masih sering bingung memilih seat pada saat naik kereta. Penjualan tiket KA Bandara memiliki waktu, penjualan tiket ditutup 1 jam sebelum keberangkatan. Kereta bandara belum sepenuhnya terintegrasi dengan angkutan lanjutan, khususnya dari dan ke Stasiun Sudirman (BNI City). Untuk angkutan lanjutan dari dan ke Stasiun Bandara, terdapat sky train dan shuttle bus, namun masih memerlukan waktu yang lumayan juga untuk sampai ke terminal keberangkatan. Angkutan daring mendominasi sebagai angkutan feeder menuju Kereta Bandara SHIA, dan commuter line sebagai feeder bagi wilayah Bekasi, Depok dan Bogor. Angkutan umum tidak diminati bagi penumpang yang akan menggunakan kereta bandara. Harga tiket yang diinginkan penumpang adalah ≤Rp 50.000, meskipun berdasarkan analisis Ability to Pay (ATP) penumpang mampu membayar hingga Rp 91.000.

Keywords

standar pelayanan minimal, kereta api bandara, Bandara Soekarno-Hatta.

Full Text:

PDF

References

Alimul Hidayat A.A. 2010. Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Jakarta: Heath Books.

Julien. Mahalli, Kasyful. 2014. Analisis Ability to Pay dan Willingness to Pay Pengguna Jasa Kereta Api Bandara Kualanamu (Airport Railink Service). Universitas Sumatera Utara: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Vol. 2, No. 3, 2014.

Permata, Muhammad Rahmad. 2012. Analisa Ability To Pay dan Willingness To Pay Pengguna Jasa Kereta Api Bandara Soekarno Hatta – Manggarai. Jakarta: Universitas Indonesia. http://lib.ui.ac.id. Diakses tanggal 24 April 2019.

Rumiati, Khairul Fahmi dan Bambang Edison. 2013. Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar Tarif Angkutan Umum Mini Bus (SUPERBEN) di Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Online Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian, Vol.1, No.1. http://ejournal.upp.ac.id. Diakses tanggal 24 April 2019.

Setyosari, Punaji. 2010. Metode Penelitian Penelitian dan Pengembangan. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Whitehead, John C. 2005. Combining Willingness to Pay and Behavior Data with Limited Information. Resource and Energy Economics, Vol.27, No.2, pp.143-155. http://libres.uncg.edu. Diakses tanggal 24 April 2019.

Pemerintah Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. 2011. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimum Untuk Angkutan Orang dengan Kereta Api. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. 2011. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Stasiun Kereta Api. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. 2003. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 22 Tahun 2003 tentang Pengoperasian Kereta Api. Jakarta.

PT. Railink. 2018. Jadwal Perjalanan Kereta Api Bandara Soekarno –Hatta. Jakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.