Analisis Subsidi Angkutan Umum Perdesaan Bagi Pelajar di Kabupaten Pasuruan

Autor(s): reni puspitasari
DOI: 10.25104/jptd.v20i2.918

Abstract

Salah satu aspek implementasi transportasi jalan diantaranya adalah mengatur jaringan trayek dan jumlah kebutuhan kendaraan umum, sehingga pelayanan angkutan dengan kendaraan umum dapat dikendalikan, termasuk angkutan umum perdesaan. Angkutan perdesaan belum merupakan alternatif utama yang patut diperhitungkan bagi pelaku perjalanan. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan menunjukkan bahwa jumlah angkutan perdesaan yang beroperasi cenderung berkurang. Hal tersebut disebabkan oleh tidak berimbangnya antara biaya operasi kendaraan yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima oleh operator. Oleh karena itu Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan bermaksud untuk mengoptimalkan operasional angkutan umum perdesaan, yaitu mengalihfungsikan kendaraannya menjadi angkutan umum bagi pelajar dengan menggunakan sistem subsidi.

Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk merumuskan kebijakan penyelenggaraan angkutan umum bagi pelajar yang menggunakan subsidi dari pemerintah. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Analisis kuantitatif dilakukan dengan perhitungan Biaya Operasi Kendaraan (BOK), nantinya akan digunakan untuk mencari skema terbaik pembiayaan angkutan umum perdesaan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Hasil survei menunjukkan bahwa para pelajar lebih banyak memilih ojek sebagai angkutan yang digunakan ke sekolah, yaitu sebanyak 57%, karena waktu menunggu angkutan umum lebih lama dibandingkan dengan ojek, terlebih lagi pada jam pulang sekolah di sore hari. Namun demikian, angkutan umum perdesaan juga masih diminati oleh kalangan pelajar, yaitu sebanyak 40%. Hal ini menandakan bahwa keberadaan dan ketersediaan angkutan umum masih dibutuhkan oleh kalangan pelajar, terutama sekolah-sekolah yang lokasinya dilintasi oleh angkutan umum perdesaan.

Mekanisme pemberian subsidi yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan antara lain: mekanisme subsidi penuh; mekanisme subsidi selisih operasional; dan mekanisme subsidi BBM. Dari hasil perhitungan skema pembiayaan subsidi, mekanisme subsidi BOK selisih operasional mempunyai kecenderungan untuk diterapkan pada angkutan umum perdesaan di Kabupaten Pasuruan, karena pemerintah menanggung biaya yang lebih rendah dari skema pembiayaan yang lain.

Keywords

Mekanisme Subsidi, Angkutan Umum Perdesaan, Pelajar.

Full Text:

PDF

References

Bhirawa, D., (2017). Angka Kecelakaan Pelajar di Pasuruan Tinggi. Bhirawa Online, http://harianbhirawa.co.id, di akses Mei 2017.

Munawar, A., (2005). Dasar-Dasar Teknik Transportasi, Penerbit Beta Offset, Yogyakarta.

Warpani, S., (2002). Pengelolaan Lalulintas dan Angkutan Jalan, Penerbit ITB, Bandung.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, (2003). Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum, Jakarta.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, (2005). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 49 Tahun 2005 tentang Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS), Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia (2009). Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia (2014). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan, Jakarta.

Departemen Perhubungan Republik Indonesia, (2007). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 60 Tahun 2007 tentang Pemberian Subsidi Angkutan Penumpang Umum di Jalan, Jakarta.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, (2002). Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.687/AJ.206.DRJD/2002 Tanggal 16 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur, Jakarta.

Marjanto, (2016). Analisis Subsidi Angkutan Perdesaan Melalui Biaya Operasi Kendaraan (BOK) di Kabupaten Sleman, Jurnal Teknik Sipil, Vol. 13, No. 4, April 2016, hlm 291-300.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.