Desain Pelabuhan untuk Pengangkutan Kapal Ternak: Studi kasus Sistem Bongkar Muat Pelabuhan Dungkek, Madura

Autor(s): Achmad Mustakim, Alwi Sina Khaqiqi
DOI: 10.25104/transla.v22i1.1557

Abstract

Populasi sapi potong di Indonesia menurut data statistik mencapai 16,6 juta ekor, dimana 27,4% berada di provinsi Jawa Timur, terutama di Pulau Sapudi. Kebutuhan sapi potong kemudian dikirim ke Pelabuhan lokal untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di wilayah Jawa Timur, pulau Madura khususnya. Untuk proses bongkar muat hewan ternak di Pelabuhan lokal masih menerapkan pola tradisional, belum memperhatikan kesejahteraan hewan, hal ini dikarenakan minimnya fasilitas pelabuhan yang tidak mendukung untuk bungkar muat hewan ternak. Hewan ternak harus diturunkan di laut dan membuat hewan ternak menjadi tertekan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem bongkar muat hewan ternak. Metode yang digunakan House of Quality (HOQ) bertujuan membuat sistem bongkar muat yang sesuai dengan kebutuhan dan metode optimasi untuk mendapatkan nilai kelayakan yang optimum. Nilai kelayakan untuk sarana yang dipilih 1,56 untuk kapal katamaran II tanpa mesin, sementara untuk infrastruktur dermaga adalah 1,25 poin untuk dermaga HDPE.

Keywords

Benefit Cost Ratio, Bongkar Muat Hewan Ternak, Kesejahteraan Hewan, Metode HOQ, Metode Optimasi

Full Text:

PDF

References

Arswendo Adietya, B., A F Zakky, & Ramadhan, F. (2013). Studi Pra Perancangan Kapal Monohull Katamaran Trimaran Di Perairan Bali. Kapal, 39-47.

Berutu, K. (2007). Dampak Lama Transportasi Terhadap Penyusutan Bobot Badan, Ph Daging Pasca Potong Dan Analisis Biaya Transportasi Sapi Potong Peranakan Ongole (Po) Dan Shorthorn. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Christos, P. (2013). Parametric Design And Multi-Objective Optimization Of Swath. Athen: National Technical University Of Athens.

Eridiana, W. (2012). Dinamika Fenomena Demografis Pada Masyarakat Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang. Jurnal Pendidikan Geografi, 12(2), 61-70.

Fatmawati, Rostin, & Nasir Baso, J. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaandaging Sapi Di Indonesia. Jurnal Ekonomi, 128-134.

Hardjono, S. (2010). Identifikasi Rasio Parameter Kapal Penumpang Catamaran Berbahan Frp. Jurnal Sains Dan Teknologi Indonesia, 159-165.

Hasanudin. (2015). Desain Kapal Lcu Tni-Al Menggunakan Metode Optimisasi. Kapal, 31-41.

Himawan, T., & Lestari, E. (2016). Pengembangan Dermaga Pelabuhan Karimun Jawa Untuk Mendukung Kegiatan Pariwisata. Jurnal Penelitian Transportasi Laut, 92-101.

K. Wagiono, Y., & Hamrah. (2007). Metode Quality Function Deployment (Qfd) Untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon. Jurnal Agribisnis Dan Ekonomi Pertanian, 48-56.

Lewis, E. (1988). Principles Of Naval Architecture Second Revision. Jersey City: The Society Of Naval Architects And Marine Engineers.

Mayrowani, H. (2006). Kinerja Agribisnis Sapi Potong Rakyat Di Provinsi Jawa Timur: Dampak Krisis Moneter Dan Implementasi Kebijakan Otonomi Daerah. Soca: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 1-12.

Rustam, A. (2016). Desain Konseptual Pengembangan Pelabuhan Khusus Ternak: Studi Kasus Pelabuhan Kalbut Situbondo. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Sarasdevi Santosa, L., Suthanaya, P., & Adnyana, I. (2016). Studi Kelayakan Ekonomi Pembangunan Underpass Pada Simpang Jl. Gatot Subroto-Jl. Ahmad Yani Di Kota Denpasar. Jurnal Spektran, 59-68.

Yana, S., Rizal, S., Hidayat, T., & Badaruddin. (2016). Optimasi Usaha Pengolahan Limbah Plastik Dengan Pendekatan Simulasi. Jurnal Serambi Engineering, 31-39.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.