Vol 17, No 2 (2019)

INTEGRASI PELABUHAN PENYEBERANGAN BAKAUHENI DENGAN HALTE ANGKUTAN UMUM DALAM RANGKA PENINGKATAN PELAYANAN TRANSPORTASI

yuveline aurora

Abstract


Konektivitas Pulau Jawa dan Sumatera, sejak dahulu sampai dengan sekarang sangat mengandalkan keberadaan Penyeberangan Merak-Bakauheni. Distribusi orang dan barang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya menjadikan lintasan penyeberangan ini sebagai tulang punggung jalur distribusi yang sangat penting. Studi ini bertujuan untuk menyusun konsep desain keterpaduan (prasarana) koridor penghubung dan fasilitas pendukung Pelabuhan Bakauheni dengan angkutan umum dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi. Kajian ini menggunakan pendekatan metode analisis kesenjangan (gap), analisis Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut jasa kemenarikan (yang terdiri dari ketersediaan fasilitas bagi penumpang difabel, akses jalan bagi penumpang difabel menuju angkutan lanjutan, ketersediaan shuttle bagi penumpang difabel dan ruang ibu menyusui) merupakan nilai gap paling tinggi yaitu sebesar 01,64 sehingga harus mendapatkan priortas perbaikan layanan dari penyedia/pengelola Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Sedangkan berdasarkan nilai Customer Satisfaction Index terhadap 43 atribut jasa pada pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni adalah sebesar 63,44%. Untuk itu dapat disimpulkan dengan belum adanya jalur khusus pejalan kaki untuk keluar dan masuk pelabuhan, trotoar hanya sebagian dan belum berkanopi, masih terdapat beberapa titik crossing antara pejalan kaki dan kendaraan yang masuk dan keluar pelabuhan, jarak antara pelabuhan menuju angkutan lanjutan ± 20-40 meter, tidak adanya fasilitas halte dan ruang tunggu yang memadai untuk melanjutkan perjalanan dengan angkutan lanjutan.


Keywords


integrasi, pelayanan, Bakauheni, pelabuhan

References


Agustina, dkk. (2018) “Studi Aksesibilitas Transportasi Berkelanjutan Untuk Penyandang Cacat (Disabilitas) Di Pusat Kota Medan”, Jurnal Institut Teknologi Medan. Vol. 31 Nomor 2

Andriani (2011), “Optimalisasi waktu sandar penyeberangan untuk meningkatkan kinerja pelayanan di Pelabuhan Merak – Bakauheuni”, Universitas Indonesia.

Aryantono,N (2009), “Penyusunan Indikator Pelayanan Transportasi Antarmoda di DKI Jakarta, Medan, Surabaya dan Yogyakarta dalam rangka Perwujudan Keterpaduan Transportasi Perkotaan yang Optimal dan Efektif”, Warta Penelitian Perhubungan, Vol 21, No. 7.

Dewey, J.F, at.al. ”Transportation Intermodal”, Summary of Final Report BC-354-44, Part A, July 2003

M. M. A. S. Danny Faturachman (2015), “Analisis keselamatan transportasi penyeberangan laut dan antisipasi terhadap kecelakaan kapal di Merak-Bakauheuni”, Jurnal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Volume I Nomor 1, April 2015.

Puslitbang Transportasi Antarmoda, “Studi Standardisasi Fasilitas Dan Peralatan Pendukung Kegiatan Alih Moda Penumpang Pada Simpul Transportasi”, Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda.Jakarta. 2011.

R. Ikbal (2016), "Pelayanan Pelabuhan PT Angkutan Sungai Danai dan Penyeberangan (Persero) Merak - Bakauheuni," Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,

S. N. Putri, "Efektifitas pelayanan pelabuhan oleh PT ASDP (Persero) Merak Propinsi Banten," Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 2011.

Semaradana, Putu Hendra (2015), “Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir Re-Desain Terminal Pelabuhan Penyeberangan Padangbai”, Kab. Karangasem. Universitas Udayana, Bali.

Sigit Haryono (2010), “Analisis Kualitas Pelayanan Angkutan Umum (Bus Kota) di Kota Yogyakarta. Jurnal Administrasi Bisnis”, Volume 7, Nomor 1 Juli 2010.

Sudarno, Agus Rusgiyono, Abdul Hoyyi, Listifadah. (2011), “Analisis Kualitas Pelayanan Dan Pengendalian Kualitas Jasa Berdasarkan Persepsi Pengunjung” Media Statistika. Vol 4. No 1 Juni 2011

Tamin OZ (1997), Perencanaan dan Permodelan Transportasi, ITB Pres.


Full Text: PDF

DOI: 10.25104/mtm.v17i2.1316

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
Bookmark and Share