Vol 16, No 2 (2018)

Kemampuan dan kemauan membayar (ATP-WTP) calon pengguna angkutan umum light rail transit (LRT) di Yogyakarta

Reslyana Dwitasari

Abstract


Pertumbuhan kendaraan roda dua maupun roda empat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya terus bertambah, kenaikan kendaraan berkisar sampai seratus empat puluh ribu  sampai seratus lima puluh ribu kendaraan bermotor pertahun, ini mengakibatkan semakin meningkat kepadatan  dan kemacetan lalu lintas  di Yogyakarta. Salah satu langkah mengurai kemacetan perlu dilakukan pembangunan transportasi kereta ringan Light Rail Transit (LRT) di  Yogyakarta dan sesuai pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 15 Tahun 2010 tentang Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda menjelaskan bahwa untuk meningkatkan pelayanan transportasi, memecahkan berbagai permasalahan transportasi dan mengantisipasi berbagai perkembangan maka selain diperlukan pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) diperlukan juga pengembangan perkeretaapian perkotaan dan regional di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.  Hal yang perlu diperhatikan adalah  daya beli  pengguna jasa dalam kemampuan ATP (Ability To Pay)  dan kemauan WTP (Willingness To Pay)  membayar tarif  LRT tersebut.  Kajian ini ingin mengetahui penelitian mengetahui besaran daya beli calon pengguna Trem/LRT berdasarkan  ATP dan WTP, dan berdara hasil analisis diperoleh ATP dan WTP dikategorikan menjadi dua yaitu kategori pelajar dan kategori umum dan tarif ideal yang sebenarnya masih dibawah nilai kemampuan membayar (ATP) responden pelajar sebesar Rp 8.620,- (Rp 431 x 20 km) dan responden umum sebesar Rp 15.700,- (Rp 785 x 20 km) sehingga apabila diterapkan tarif tersebut masyarakat masih mampu membayar dan mau menggunakan trem.


Keywords


ATP (Ability To Pay), Kemauan WTP (Willingness To Pay), Light Rail Transit (LRT)

References


Booklet Kajian Rencana Pengembangan Transportasi Perkeretaapian di Perkotaan dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Center for Internaional Economics (2001), Review of Willingness to Pay Methodologies, Canberra & Sydney.

Fattah Zulkifli, Syahputra, “Analisis Faktor Kualitas Pelayanan Di Krl Commuter Line Jabodetabek Gerbong Khusus Wanita (Studi Pada Pt Kai Commuter Jabodetabek Rute Bogor-Jakarta Kota), Universitas Telkom, Bandung. jURNAL WACANA Vol. 13 No. 1 Januari 2010

Fruchter,B.1954. Introduction to Factor Analysis. New Tork : D.van Nostrand Company,Ltd.

Greene, W.H., 1998. Limdep Ver.9.0 Student Reference Guide, Econometric Software Inc., Gloria Place, Plainview, NewYork, USA

Hidayati, E.M., 2013. Implikasi Kenaikan Tarif Kereta Api Prameks Terhadap Loyalitas Komuter Solo-Yogyakarta. Tesis. Yogyakarta:UGM.

Joewono, T.B., 2009. Exploring The Willingness And Ability To Pay For Paratransit in Bandung Indonesia. Journal of public transportation Vol 12, No 2, 2009

Kementerian Perhubungan, 2010. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 15 Tahun 2010 tentang Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda Tahun 2010-2030. Jakarta:Kementerian Perhubungan RI.

Kementerian Perhubungan, Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, Direktorat Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Kerlinger,F.N. 1990. Asas-asas Penelitian Behavioral. Edisi 3. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Muhtadi, A., Widyastuti, H., 2014. Prediksi Waktu Tempuh dan Tarif Yang Diinginkan Pengguna Sepeda Motor Untuk Menggunakan Trem Surabaya Pada Koridor Terminal Joyoboyo-Jl.Rajawali Surabaya.Seminar Nasional Teknik Sipil X-2014. ITS Surabaya

Nurtanto, E.R., 2013. Kajian Pengoperasian Trem/LRT Sebagai Angkutan Massal Internal di Kawasan Kampus UGM. Tesis. Yogyakarta:UGM.

Parikesit, D., 1993. Kemungkinan Penggunaan Teknik Stated Preference dalam Perencanaan Angkutan Umum. Forum Teknik Sipil, Vol. II/Agustus 1993, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta.

Ortuzar, J., D., and Garrido, R.A, 1993. On The Semantic Scale Problem in Stated Preference Rating Experiments. Journal Transportation (Vol.21 No 2) 185-201p

Ortuzar, J., D., and Willumsen, L.,G., 1994, Modelling Transport (Second Edition), John Wiley & Sons, Chichester.

Panter,A.T.,Swygert,K.A..Danistrom,W.G.,Tanaka.1997. Factor Analytic Approaches to Personality Item-Level Data. Journal of Personality Assesment. Vol 68 (3), 561-589.

Pearmain, D., and Kroes, E., 1990. Stated Preference: A Guide to Practice, Steer Davies & Gleave Ltd., London and Hague Consultancy Group.

Permata, M.R., 2012. Analisa Ability To Pay dan Willingness To Pay Pengguna Jasa Kereta Api Bandara Soekarno Hatta-Manggarai, Tesis. Jakarta:UI.

Pratomo, S. 2013. Analisis Permintaan Penumpang Kereta Api Yang Menghubungkan Antar Bandara Ditinjau Dari Competitor Market. Tesis. Yogyakarta:UGM.

Profillidis, V., A., 2006, Railway Management and Engineering, Cetakan ke-3,Ashgate Publishing Company, Burlington

Pudjianto, Bambang.2003. Bahan Kuliah Sistem Angkutan Umum dan Barang. PPs MTS Konsentrasi Transportasi UNDIP, Semarang.

Roth, Gabriel Joseph. 1926. The Privat Provision of Public Service in Developing Country, Oxford University Press, Washington DC

Russel Steven, Ability to Pay for Health Care: Concepts and Evidence. Health Policy and Planning, 1996; 11(3):219-37

Salim, A., 1998, Manajemen Transportasi, Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Santosa, S., 2006. Menggunakan SPSS untuk Statistik Multivariat.Jakarta: Elex Media Computindo.

Saputra, B.,S., Amirotul dan Setiono. 2013. Pemodelan Pemilihan Moda Antara Monorel Terhadap Busway Dengan Metode Stated Preference. E-journal Matrik Teknik Sipil Vol 1 No 4.

Setijowarno dan Puranto, 2008. Integrasi Moda Kereta Api Untuk Operasi Angkutan Massal Komuter Di Wilayah Kedungsapur. Laporan Akhir Hibah Penelitian Dikti.

Siregar, M., 1990, Beberapa Masalah Ekonomi dan Management Perangkutan, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Suhartono. 2003. Analisis Keterjangkauan Daya Beli Pengguna Jasa Angkutan Umum Dalam Membayar Tarif. Tesis. Semarang:UNDIP.

Tamin, Ofyar. 2008. Perencanaan,Pemodelan & Rekayasa Transportasi.Bandung:ITB.

Tamin, Ofyar. 2012. Sistem Angkutan Umum Berbasis Jalan Rel Sebagai Salah Satu Alternatif Pemecahan Permasalahan Transportasi Perkotaan. Seminar Regional Pengembangan Sistem Transportasi Yang Berkelanjutan. Universitas Kristen Petra Surabaya.

Widoyoko.2010.Tram Reborn.Mengenal: Moda Transportasi Massal Masa Depan. Depok. Ilalang Sakti Komunikasi.


Full Text: XML

DOI: 10.25104/mtm.v16i2.967

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
Bookmark and Share