Model Optimasi Pola Suplai Premium Impor Ke Terminal BBM Area Barat (West Cluster) PT Pertamina Persero

Putri Puspitasari

Article Metrics

Abstract view : 71 times
PDF - 112 times

Abstract

Transportasi merupakan komponen penting dalam supply chain dan berkontribusi tidak kurang dari 60% dari total biaya logistik. PT Pertamina Persero adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkewajiban menjamin ketahanan dan ketersediaan produk premium nasional dan tetap dapat bersaing untuk memperoleh profit, maka diperlukan efisiensi pada pendistribusian produk salah satunya dengan melakukan optimasi pola suplai.Tujuan dari kajian ini yaitu untuk merancang dan menganalisis model optimasi pola suplai premium impor di Terminal BBM (TBBM) Area Barat dengan meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari dokumentasi history perusahaan tahun 2015 dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus.Metode optimasi menggunakanInteger Linear Programming dengan bantuan software POM for Windows dan analisis branch and bound untuk memperoleh pola suplai dengan biaya minimum.Hasil dari kajian ini memberikan beberapa alternatif pola suplai,alternatif terpilih yang memberikan biaya transportasi paling rendah yaitu kombinasi pola direct supply dengan sistem transshipment. Pola suplai hasil optimasinya yaitu distribusi premiumsecara langsung dari terminal muat di Singapore ke TBBM Medan dan TBBM Tanjung Uban, dan sistem transshipment di TBBM Merak untuk suplai Premium ke TBBM Teluk Kabung, TBBM Tanjung Gerem, TBBM Panjang, dan TBBM Semarang. Dengan pola tersebut, biaya transportasi yang dikeluarkan yaitu US$3,782,151/ bulan atau mengalami penurunan biaya sebesar ±17% dibandingkan dengan pola suplai saat ini yaitu US$4,545,572/ bulan.Selain itu, pola suplai ini juga meningkatkan utilisasi fasilitas jetty dan tangki TBBM Merak yaitu utilisasi tangki menjadi 88% dari sebelumnya 37% dan utilisasi jetty menjadi 66,4% dari sebelumnya 35%.

Full Text:

PDF

References

Badan Klasifikasi Indonesia “Informasi Teknik”

Warta Penelitian Perhubungan, Volume 28, Nomor 4, Juli-Agustus 2016286

No. 041-2015 Tanggal 1 Oktober 2015

Carotuneto P, Giordani S, Massari S, Vagaggini F. 2015. Periodic Capacitated Vehicle Routing For Retail Distribution of Fuel Oil. Transportation Research Procedia Journal, 10 (2015): 735-744.

Hagem E, Torgnes E. 2009. Petroleum Production Planning Optimization – Applied to The Statoil Hydro Offshore Oil and Gas Field Troll West. Thesis of Social Sciences and Technology Management Faculty, Norwegian University of Science and Technology.

Herjanto E. 2008. Manajemen Operasi Edisi ke-3. Jakarta (ID): PT Grasindo.

Jayaraman V. 1998.Transportation, Facility Location and Inventory Issues in Distribution Network Design: An Investigation. International Journal of Operation and Production Management. 18(5): 471-494

Juanda B. 2009. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis Edisi Kedua. Bogor (ID): IPB Press

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut. Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan laut

Korinek K, Sourdin P. 2009. Maritime Transport Cost And Their Impact on Trade. Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)TAD/TC/WP(2009)7

McKernan CJ. 2011. OPA 90: Double-Hull Tank Barges-A Small Pacific Northwest barge Builder’s Experience. Journal of Ship Production and Design, 27(1):14-25 (diunduh tanggal 4 December 2015)

Nuryanto I, Farida I. 2014.Optimalisasi Penugasan Karyawan Pada UMKM Bengkel Sepeda Motor

di Semarang Dengan Menggunakan Program Perangkat Lunak Manajemen Kuantitatif “POM”.Media Ekonomi dan Teknologi Informasi. 22 (1): 56-71

Oktaviana MG, Sulistio H, Wicaksono A. 2011. Strategi Pengembangan Transportasi Antar Wilayah Di Provinsi Papua Barat. Jurnal Rekayasa Sipil, 5(3): 180-190

Pedoman Pengadaan Kapal Charter Fungsi Perkapalan Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero)

Pedoman Supply and Distribution Fungsi Marketing &Trading PT Pertamina (Persero)

Putra TP. 2016. Analisis Implementasi Masterplan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (Studi Kasus Pengembangan Pelabuhan Makassar).Tesis Institut Pertanian Bogor. Bogor

Taha HA. 1996. Riset Operasi Suatu Pengantar Edisi ke-5 Jilid I. Jakarta (ID): Binarupa Aksara.

Tang H, Tian L, Jia L. 2009. Inventory Transportation Integrated Optimization Problem: A Model of Product Oil Logistic. International Journal of Nonlinear Science, vol 8 (1): 92-96

Undang-Undang No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Zaroni.2015. Transportasi Dalam Rantai Pasok dan Logistik.Media Supply Chain Indonesia. www.supplychainindonesia.com

Copyright (c) 2018 Warta Penelitian Perhubungan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.