EMISI CO2 AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA DENPASAR

Main Article Content

Abstract

ABSTRACT
In large cities, the contribution of the exhaust gas of motor vehicle as a source of air pollution reached 60%-70%. The use of fossil fuels on the transport sector, especially of gasoline will issue those compounds such as CO (carbon monoxide), THC (total hydro carbon), TSP (dust), NOx (nitrogen oxides) and SOx (sulfur oxide), and also carbon dioxide (CO2). CO2 emissions excessive are the cause of Greenhouse Gas (GHG) emissions that cause global warming that result of climate change, therefore there must be a serious effort to reduce the CO2 emissions. One of the big cities in Indonesia, which actively implement CO2 emissions reduction is the city of Denpasar, since the city has the level of most high in the Province of Bali . The greatest cause of air pollution in Denpasar is due to the operation of motor vehicles in Denpasar area that had not balance with the available roads. The purpose of this research is to find out CO2 emissions due to the TIER II. Based on the result of the analysis, for the length of the road surveyed is 46.50 km, with an emissions factor FE Local 2011, the CO2 emissions by 2012 as much as 20,339.17 tons/year. As for the total road length in Denpasar 648.49 km, causing emission of CO2 of 283,650.43 tons/year in 2011.

ABSTRAK
Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Penggunaan bahan bakar minyak pada sektor transportasi khususnya bensin akan mengeluarkan senyawa-senyawa seperti CO (karbon monoksida), THC (total hidrokarbon), TSP (debu), Nox (oksida-oksida nitrogen) dan Sox (oksida-oksida sulfur), dan juga karbon dioksida (CO2). Emisi CO2 yang berlebihan merupakan penyebab terjadinya gas rumah kaca (GRK) yang menyebabkan pemanasan global yang berakibat terjadinya perubahan iklim, oleh karena itu harus ada upaya serius guna menurunkan emisi CO2 tersebut. Salah satu kota besar di Indonesia, yang giat melaksanakan penurunan emisi CO2 adalah Kota Denpasar, karena merupakan kota dengan tingkat pencemaran paling tinggi di Provinsi Bali. Penyebab yang paling besar polusi udara di Kota Denpasar adalah akibat beroperasinya kendaraan bermotor di wilayah Kota Denpasar yang sudah tidak seimbang dengan ruas jalan yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui emisi CO2 akibat beroperasinya kendaraan bermotor, dengan menggunakan metode perhitungan emisi yang banyak digunakan di Indonesia yang merupakan pendekatan TIER II. Berdasarkan hasil analisis, untuk panjang jalan yang disurvei yaitu sepanjang 46,50 km, dengan faktor emisi (FE) Lokal 2011, emisi CO2 tahun 2012 sebanyak 20.339,17 ton/tahun. Sedangkan untuk panjang jalan total di Kota Denpasar 648,49 km menimbulkan emisi CO2 tahun 2011 sebanyak 283.650,43 ton/tahun.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Aube, F. 2001. Guide for Computing CO2 Emission Related to Energy Use. Research Scientist. USA: CANMET Energy Diversification Research Laboratory.

Boedisantoso, etc. 2011. Kajian Emisi CO2 Menggunakan Persamaan Mobile 6 dan Mobile Combustion Dari Sektor Transportasi di Kota Surabaya. Surabaya: ITS.

Department of Health Indonesia and World Health Organization. 2008. Presentation of Study: Establishment of Sentinel Sites for Special Surveillance of TB Mortality (Phase 1). Unpublished.

IPCC. 2006. Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Chapter 3: Mobile Combustion.

Karlo Manik etc. 2012. Cara Penyusunan RAD-GRK Sektor Transportasi Darat. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Kementerian Perhubungan. Jakarta.

Kementerian Lingkungan Hidup. 2011. Indonesia Fuel Quality Monitoring 2011. Jakarta.

Kementerian Lingkungan Hidup. 2009. Emisi Gas Rumah Kaca Dalam Angka 2009. Jakarta.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI. 2009. Emisi Gas Rumah Kaca. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. 2011. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. 2011. Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Jakarta.

Kementerian Lingkungan Hidup. 2008. Pedoman Pelaksanaan Pemeriksaan Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor. Jakarta.