Analisis Pengaruh Biaya dan Waktu Tempuh Terhadap Aksesibililtas Angkutan Umum Menuju Stasiun KRL, LRT, dan BRT di Kota Bekasi

Autor(s): Aditiya Rendra Riawan, Ervina Ahyudanari
DOI: 10.25104/jptd.v22i2.1593

Abstract

ABSTRACT

Bekasi City is a buffer city of the Capital City of DKI Jakarta, with a population of 2,873,484 inhabitant. KRL, LRT, and BRT were built to meet the needs of trips to the city of Jakarta to reduce congestion. In fact, many people didn’t use KRL, LRT, and BRT as means to go to Jakarta. Therefore it is necessary to anlyze the accessibility to the three stations. The method used in this study is the Accessibility Method with the Competition Measure. Each land use surrounded the Bus Rapid Transit station area, Jabodebek LRT station, and Commuter Train Station is identified. Each facility's capacity, the physical distance between zones, travel time based on mode, and travel costs are the considered variables. The results show that the worst accessibility value is on Thursday, with the worst accessibility value of 5.804 for centroid number 235. The total area with a good accessibility category is 89 km2, moderate is 117 km2, and bad is 89 Km2. From the multiple regression analysis, the modeling form Y = -0.731 + 0.006 X1 + 0.075 X2 + 0.03 X3 + 0.031 X4 is obtained. From the new accessibility results, the value obtained the results of the category of good accessibility from 89 Km2 become 86 km2, areas with moderate accessibility category increased from 117 Km2 to 132 km2, and areas with poor accessibility categories from 33 km2 to 19 km2.

Keywords: Accessibility; BRT Station; LRT Station; KRL Station; Public Transportation.

ABSTRAK

Kota Bekasi merupakan kota penyangga Ibukota DKI Jakarta dengan jumlah penduduk 2.873.484 jiwa, serta memiliki potensi pergerakan orang yang besar menuju wilayah DKI Jakarta. KRL, LRT, dan BRT di Kota Bekasi dibangun untuk memenuhi kebutuhan perjalanan menuju Kota Jakarta untuk mengurangi kemacetan. Pada kenyataannya, banyak orang tidak menggunakan sarana tersebut menuju ke Kota Jakarta. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pelayanan angkutan umum menuju ketiga stasiun tersebut. Salah satu indikator tingkat pelayanan adalah aksesibilitas. Adapun metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah pengukuran aksesibilitas dengan metode penghitungan Competition Measure, dimana pada masing masing kawasan stasiun Bus Rapid Transit, stasiun LRT Jabodebek, Stasiun Kereta Commuter akan dilakukan penghitungan kapasitas masing–masing fasilitas, jarak fisik antar zona,  waktu tempuh perjalanan, biaya perjalanan. Penghitungan menghasilkan nilai aksesibilitas terburuk pada hari kamis dengan nilai aksesibilitas terburuk 5.804 pada centroid nomor 235, dengan luas wilayah kategori baik sebesar 89 Km2, sedang sebesar 117 Km2, dan buruk sebesar 89 Km2. Dari analisa regresi berganda didapatkan bentuk pemodelan Y  = -0.731 + 0.006 X1 + 0.075 X2 + 0.03 X3 + 0.031 X4. Dari hasil nilai aksesibilitas baru didapatkan hasil kategori aksesibilitas baik sebesar 89 Km2 menjadi 86 Km2, wilayah dengan kategori aksesibilitas sedang dari 117 Km2 menjadi 132 Km2, dan wilayah dengan kategori aksesibilitas buruk dari 33 Km2 menjadi 19 Km2.

Kata Kunci: Aksesibilitas; Stasiun BRT; Stasiun LRT; Stasiun KRL; Pengangkutan Umum.

Keywords

Aksesibilitas; Stasiun BRT; Stasiun LRT; Stasiun KRL; Pengangkutan Umum

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.