Analisis Keterjangkauan Fasilitas Halte pada Koridor Ruas Jalan Kota

Autor(s): Aida Fitri Larasati, Siti Nurlaela, Cahyono Susetyo
DOI: 10.25104/jptd.v24i1.2098

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keterjangkauan dan pelayanan halte pada Koridor Purabaya-Rajawali. Metode yang digunakan adalah metode analisis buffer terhadap titik-titik halte sebagai representasi cakupan pelayanannya. Selain itu, observasi maupun wawancara kepada 160 responden terkait kondisi halte juga dilakukan untuk meninjau tingkat pelayanan halte. Hasil analisis fasilitas menunjukkan bahwa perlunya meningkatkan pelayanan keamanan dan kenyamanan pada titik-titik pembehentian yang belum memiliki fasilitas halte. Secara umum, penyediaan titik pemberhentian telah mencukupi standar minimum yang berlaku yaitu 400 meter. Disamping itu, berdasarkan hasil wawancara dengan penumpang, secara keseluruhan jangkauan pelayanan dalam koridor Purabaya-Rajawali telah menjangkau rata-rata sebesar 4 kilometer dari jarak permukiman, hal ini didukung dengan adanya fasilitas transit yang mempengaruhi jarak perjalanan ke titik pemberhentian halte. Pada hasil analisis tata guna lahan dalam jangkauan 500 meter menunjukkan keberagaman penggunaan lahan yang mengindikasikan koridor Purabaya-Rajawali memiliki beragam aktivitas. Kata Kunci: pemberhentian bus; fasilitas angkutan umum; analisis keterjangkauan

Full Text:

PDF

References

Al-Mudhaffar, A., Nissan, A., & Bang, K.-L. (2014). Bus stop and bus terminal capacity. Transportation ResearchProcedia 14, 1762 – 1771.

Chuen, O., Karim, M., & Yusoff, S. (2014). Mode Chioce between Private and Public Transport in Klang Valley, Malaysia. The Scientific World Journal.

Corpuz, G. (2007). Public Transport or Private Vehicle Factors that Impact on Mode Choice. 30th Australian Transport Reseach Forum.

Durand, C., Tang, X., Gabriel, K., Sener, I., Oluyomi, A., Knell, G., . . . Kohl, H. (2016). The association of trip distance with walking to reach public transit: data from the California Household Travel Survey. Journal of Transport Health 3, 154-160.

Ghosh, G. (2019). Planning for accessible jobs: the case of Bangalore metropolitan area, India. WIT Trans. Ecol. Environ, 517-526.

Priyambodo. (2018). Analisis Korelasi Jumlah Kendaraan dan Pengaruhnya Terhadap PDRB. Warta Penelitian Perhubungan 30, 56-65.

Stanesby, O., Morse, M., Magill, L., Ball, K., Blizzard, L., Harpur, S., . . . Cleland, V. (2021). Characteristics associated with willingness to walk further than necessary to the bus stop: Insights for public transport-related physical activity. Journal of Transport & Health, 1-12.

Tozzi, M., Bousse, Y., Karlsson, M., & Guida, U. (2016). A European initiative for more efficient and attractive bus systems: the EBSF_2 project. Transportation Research Procedia 14, 2640 – 2648.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.