Evaluasi Keberlanjutan Aksesibilitas Angkutan Umum di Kota Sukabumi

Autor(s): I Made Arka Hermawan, Santun R.P Sitorus, Machfud Machfud, I.F Poernomosidhi Poerwo, Umar Mansyur
DOI: 10.25104/jptd.v21i1.989

Abstract

Konsep pembangunan berkelanjutan adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap negara dan ditindaklanjuti oleh sektor-sektor di bawahnya seperti transportasi berkelanjutan, terutama yang menyangkut aksesibilitas angkutan umum. Masalah aksesibilitas angkutan umum sangat penting untuk diselesaikan khususnya di daerah perkotaan seperti jarak tempuh, biaya, dan waktu seseorang yang melakukan mobilitas. Tujuan penelitian adalah menganalisis status keberlanjutan aksesibilitas angkutan umum dengan menggunakan kriteria dan indikator aksesibilitas berkelanjutan. Analisis yang digunakan dalam penelitain ini adalah dengan menggunakan Teknik Multidimensional Scalling (MDS) melalui aplikasi Rapfish. Setiap indikator kriteria keberlanjutan transportasi umum di Kota Sukabumi ditentukan oleh pendekatan ekonomi, sosial, lingkungan, kelembagaan dan hukum. Hasil analisis indeks keberlanjutan menunjukkan bahwa untuk kriteria ekonomi sebesar 47,96; kriteria sosial 23,58; kriteria lingkungan 82,95; dan kriteria kelembagaan dan hukum 43,61; sehingga indeks keberlanjutan rata-rata adalah 49,07 dan dapat dikatakan kurang berkelanjutan. Beberapa program kegiatan untuk meningkatkan aksesibilitas angkutan umum di Kota Sukabumi, seperti dalam kriteria ekonomi lebih diarahkan pada penghematan biaya transportasi, seperti meminimalkan biaya operasi kendaraan; kriteria sosial adalah meningkatkan minat publik untuk beralih ke transportasi umum; kriteria lingkungan adalah efisiensi bahan bakar; dan kriteria kelembagaan dan hukum lebih ke arah upaya merencanakan program transportasi berkelanjutan sesuai dengan indikator kunci masing-masing dimensi.

 

 

Keywords

aksesibilitas; multidimensional scaling; rapfish; transportasi berkelanjutan.

Full Text:

PDF

References

Andriani DM dan Yuliastuti N. 2013. Penilaian Sistem Transportasi yang Mengarah pada Green Transportasi di Kota Surakarta. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota 9 (2): 183-193.

Badan Pusat Stastistik. 2015. Penduduk Indonesia Menurut Provinsi 1971, 1980, 1990, 1995, 2000 dan 2010. Dapat diunduh dari https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1267.

Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi. 2018. Kota Sukabumi Dalam Angka 2018. Sukabumi (ID): Badan Pusa Statistik Kota Sukabumi.

Bayuaji A. 2014. Analisis Tingkat Aksesibilitas dengan Angkutan Umum Reguler di Kota Semarang. Tesis. Semarang (ID): Universitas Diponegoro.

Black J and Conroy M. 1977. Accessibility measures and the social evaluation of urban structure. Environment and Planning A 9: 1013-1031.

Brotodewo N. 2010. Penilaian Indikator Transportasi Berkelanjutan Pada Kawasan Metropolitan di Indonesia, Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota 21 (3): 165-182.

Geurs and Wee. 2004. Accessibility Evaluation of Land-use and Transport Strategies: Review and Research Directions. Journal of Transport Geography 12: 127-140.

Herman. 2011. Indikator Partisipasi Masyarakat dalam Sistem Transportasi Berkelanjutan, Jurnal Transportasi 11 (1): 39-50.

Hidajat, T.J. 204. Model Pengelolaan Kawasan Permukiman Berelanjutan di Pinggiran Kota Metropolitan Jabodetabek. Disertasi. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Idris Z.H. 2012. engelolaan Transportasi Berkelanjutan Sebuah Investasi Masa Depan, Seminar Nasional Teknik Sipil UMS: 112-117.

Juiantono and Tonny. 2012. Analisis Indikator Transportasi Jalan Raya dan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Unisba 6 (1): 1-11.

Kavaagh P and Pitcher T.J. 2004. Implementing Microsoft Excel Software for Rapfish: Atechnique for The Rapid Appraisal of Fisheries Status. (The Fisheries Centre 12 (2)). Canada: University of British Columbia.

Kusbimanto W, Sitorus S.R.P. Machfud dan Poerwo I.F.P. 2013, Analisis Keberlanjutan Pengembangan Prasarana Transportasi Perkotaan di Metropolitan Mamminasata Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Jalan dan Jembatan 30 (1): 1-15.

Litman T. 2011. Developing Indicators for Comprehensive and Sustainable Transport Planning, Transportation Research Record 2017: 10-15.

Lubis Z dan Bakhtiyar A. 2012. Pemodelan Bangkitan dan Aksesibilitas Transportasi di Kawasan Perumnas Made Lamongan. Jurnal Teknika 2 (2): 25-30. Universitas Islam Lamongan.

Mansyur U. 2008. Model Pengelolaan Transportasi Angkutan Umum Penumpang Non-Bus Berkelanjutan Kota Makassar. Disertasi. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Murbaintoro T. 2009. Model Pengembangan Hunian Vertikal Menuju Pembangunan Perumahan Berkelanjutan. Jurnal Permukiman 4 (2): 72-87.

Sitorus S. 2010. Model Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Agropolitan (Studi Kasus di Kawasan Agropolitan Merapi-Merbabu). Disertasi. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Suthanaya P.A. 2009. Analisis Aksesibilitas Penumpang Angkutan Umum Menuju Pusat Kota Denpasar di Provinsi Bali. GaneÇ Swara Edisi Khusus 3 (3): 87-93.

World Commission on Environment and Development. 1987. Our Common Future, World Commission on Environment and Development, Brundtland Commission. www.un-documents.net/our-common-future.pdf. Diakses 30 Agustus 2016.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.