Analisis Angkutan Crude Palm Oil Multi Trip Dengan Kapal Tongkang

Autor(s): Vindy Audiba Karchely, Arif Fadillah, Shanty Manullang
DOI: 10.25104/transla.v22i2.1615

Abstract

Crude palm oil (CPO) merupakan salah satu komoditas ekspor andalan indonesia. Prospek pasar CPO masih cukup cerah dimasa yang akan datang, untuk pasar domestik maupun ekspor. Indonesia menjadi penghasil CPO terbesar di dunia dan untuk membutuhkan optimalisasikan armada angkutan CPO. Pada penelitian ini menggunakan 7 tongkang dengan muatan 3 armada bermuatan 5000 metrik ton (MT) dan 4 armada bermuatan 3500 MT, dimana sistem tarik menggunakan kapal tunda, yang tersedia sebanyak 7 kapal tug. Transportasi angkutan CPO ini memiliki multi alur pelayaran dimana CPO akan di supply ke titik pelabuhan Surabaya sebanyak 92.000 MT dan di pelabuhan Jakarta sebanyak 52.000 MT dari titik muat (Pelabuhan singgah) di Samarinda, Palembang, Bonemanjing, Rengat, Dumai. Seluruh rute akan dioptimalisasikan untuk mendapatkan rute terbaik dan biaya yang minimum dengan menggunakan metode simplex dan linier program. Total biaya Required Freight Rate (RFR) dari 7 tongkang mencapai Rp. 274.003.209.166. Hasil menunjukan bahwa dengan menggunakan rute terbaik dan menggunakan 6 tongkang, kapasitas supply CPO meningkat menjadi 38 Ton. Dengan biaya RFR sebesar Rp. 253.058.332.728 biaya dapat diminimalisir hingga 20 milliar rupiah. Dari hasil penelitian memperlihatkan transportasi menggunakan tongkang dengan sistem tarik oleh kapal tunda masih dapat menjadi pilihan transportasi yang efisien dan efektif.

Analysis of Multi-Trip Crude Palm Oil Shipment by Towed Barge; Crude palm oil (CPO) is one of Indonesia's mainstay exports commdity. The prospect of the CPO market still bright in the future, both domestically and exports. Crude palm oil (CPO) is one of Indonesia's mainstay exports. The prospect of the CPO market looks bright in the future, both domestically and in exports. Indonesia is the largest CPO producer in the world therefore the CPO transportation fleet must be optimized. In this study, seven barges with a cargo where 3 fleets with 5000 MT and 4 fleets with 3500 MT, where the tug system uses tugboats, which are available as many as 7 tugboats. This transportation of CPO transportatison has multiple channels where CPO will be supplied to Surabaya port for 92,000 MT, and at Jakarta ports as much as 52,000 MT from loading points in Samarinda, Palembang, Bonemanjing, Rengat, Dumai.All routes will be optimized to get the best route and minimum costs using simplex method and linear programing.  The total cost of the Required Freight Rate (RFR) of 7 barges reaches Rp. 274.003.209.166. The results show that using the best route and utilize only 6 barges CPO supply capacity increases by 38 tons. With an RFR cost only Rp 253,058.332.728 can minimize costs up to 20 billion rupiah. The result showed that transportation using barge with a pull system by tugboat still become efficient and effective transport choice.

Keywords

Kapal Tongkang, Crude palm oil, Program Linier, Metode Simplex.

Full Text:

PDF

References

Atikah, N., & Sutopo, W. (2014). Simulasi Model Dinamik Pengangkutan Crude Palm Oil (Cpo) Di Pt. XYZ Untuk Meminimalkan Biaya Transportasi Pengadaan Bahan. Jurnal Teknik Industri, 125-134.

Damanik, L., Mulyatno, I., & Adietya, B. (2016). Kajian Teknik Kekuatan Konstruksi Kapal Tugboat 2 X 800 Hp Dengan Metode Elemen Hingga. Jurnal Teknik Perkapalan, 113-122.

Google Inc. (2020, 01 21). google maps. Diambil kembali dari google web site: https://www.google.com/maps

Hakim, L. (2016). Penentuan Rute Pelayaran Terbaik Untuk Mendukung Program Tol Laut NKRI (Studi Kasus: Rute Pelayaran Pelabuhan Belawan Menuju Pelabuhan Tanjung Priok). Jurnal Pendidikan Geografi, 160-168.

Hardiman, Fauzi, M., & Suprayogi, I. (2020). Optimasi Biaya Pemeliharaan. Selodang Mayang, 201-208.

Kumalasari, S., & Achmadi, T. (2017). Model Analisis Kapasitas Pasar Pelayaran Petikemas: Studi Kasus Rute Surabaya-Sampit. Jurnal Wave, 45-52.

Kusrini. (2006). Aplikasi Untuk Menyelesaikan Program Linier Dengan Menggunakan Metode Simpleks. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2006 (hal. 21-26). Yogyakarta: UII.

Pramana, Y. (2016). Analisis Kepuasan Pengguna Jasa Transportasi Kereta Api dalam Proses Distribusi CPO di Sumatera Utara (Studi Kasus: PT Kereta Api Divre 1 Sumatera Utara). Medan: Universitas Medan Area.

Prasetyo, N., Budiarto, U., & Chrismianto, D. (2020). Analisa Perbandingan Engine Propeller Matching Antara Single Screw Propeller Dan Twin Screw Propeller Pada Kapal Tanker 6500 DWT. Jurnal Teknik Perkapalan, 405-413.

Rosita, S. (2019). Penguraian Kesamaan Pada Metode Simpleks Dalam Penyelesaian Pemograman Linier. MENARA Ilmu, 110-116.

Rumahorbo, R., & Mansyur, A. (2016). Konsistensi metode simpleks dalam menentukan nilai optimum. KARISMATIKA, 36-46.

Yuliani, A. (2012). Pola Distribusi CPO Di Provinsi Jambi. Warta Penelitian Perhubungan, 346-358.

Yunianto, I., Nur, H., Ardhi, E., & Adhitya, B. (2019). Optimalisasi Model Jaringan Rute Multiport Tol Laut di Negara Kepulauan: Studi Kasus Evaluasi Rute di Maluku dan Papua Bagian Selatan. Jurnal Penelitian Transportasi Laut, 83-95.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.