Analisis Sertifikasi Pelaut, Keterampilan, dan Kesejahteraan Awak Kapal Sebagai Variabel Mediasi Terhadap Kinerja Operasional Kapal

Main Article Content

Ivan - Potto
Sri - Handayani
Yana - Tatiana
Prasadja - Ricardianto

Abstract

Analysis Of Seafarer Certification, Skills Ship Crew, And Ship Crew's Welfare As Mediation Variables Against Ship Operational Performance. This study aims to determine the effect of certification, skills, and welfare of the crew on the operational performance of ships at PT Amas Samudra Jaya. This study uses quantitative methods, with the number of samples based on the Slovin formula of as many as 100 respondents. Collecting data in the form of a statement sheet with a Likert scale model. To solve the problems the authors, use two methods of data collection, namely, field data (field research) and library data. Both methods of data analysis use path analysis with the Smartpls3 SEM model. The results of the analysis and discussion show that the first hypothesis has a significant positive direct effect on seafarers' certification on the welfare of crew members. Second, there is a significant positive direct effect of crew skills on the welfare of crew members. Third, there is a significant positive direct effect of seafarers' certification on the operational performance of ships. Fourth, there is a significant positive direct effect of crew skills on ship operational performance. Fifth, there is a significant positive direct effect on the welfare of the crew on the ship's operational performance. Sixth, the welfare of the crew can mediate seafarers' certification of the ship's operational performance. Seventh, the welfare of the crew can mediate the skills of the crew on the operational performance of the ship.

Keywords: Seafarers Certification, Crew Skills, Crew Welfare, Ship Operational Performance

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles
Author Biographies

Ivan - Potto, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Management of Sea Transportation

Sri - Handayani, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Management of Transportation

Yana - Tatiana, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Management of Transportation

Prasadja - Ricardianto, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Management of Transportation

References

A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT Remaja Rosda Karya.

Arikunto. (2012). Metode Kuantitatif.

Chin dalam Jogiyanto dan Willy. (2015). Validitas diskriminan ditentukan dengan melihat cross loading factor dari setiap variabel.

Fahmi, I. (2012). Pengantar Manajemen Keuangan.

Ghozali. (2014). OuterModel dapat menjelaskan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel letennya.

Hair. (2017). Koefisien yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar nilai masing- masing koefisien jalur.

Ihsanuddin. (2020). Pemerintah Resmi Laporkan Dugaan Eksploitasi ABK ke Dewan HAM PBB.

IMO. (n.d.). International Maritime Organization. https://www.imo.org/

IMO. (2003). Collision Regulation (COLREG) 1972. IMO.

IMO. (2004a). SOLAS; Chapter V, Regulation 19 Carriage requirements for shipborne navigational systems and equipment.

IMO. (2004b). SOLAS; Chapter V, Regulation 20 Voyage Data Recorder.

ISM Code. (2019). Sekilas Tentang ISM Code & PM 45 Tahun 2012 Tentang Manajemen Keselamatan Kapal. //blog.docking.id/sekilas-tentang-ism-code-pm-45-tahun-2012-tentang-manajemen-keselamatan-kapal/

(ILO, Konvensi ILO No. 188 tahun 2007 Mengenai Pekerjaan dalam Penagkapan Ikan, 2007)

Jogiyanto. (2013). Pengujian reliabilitas dapat dilihatberdasarkan nilai Chonbach’s alpha harus lebih dari 0,6 dan nilai composite reliability harus lebih dari 0,7.

Joko Raharjo. (2013). Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia.

(Galih J. H., 1990). Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya

Koji Sekimizu. (2010). Stcw A Guide For Seafarers.

Managing Director Wallem ShipmanagemeNT. (2010). Shipboard Management Manual - Part 1. In Organization (p. 42).

Masana Sembiring. (2012). Budaya dan Kinerja Organisasi. Fokusmedia.

Mbiz.co.id TeamPosted on. (2020). Alat Komunikasi Kapal Laut.

Menteri Perhubungan. (2005). Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS) (p. 275).

Menteri Perhubungan Nomor KM. 70. (1998). Pengawakan Kapal Niaga (p. 4).

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 70. (2013). Pendidikan dan Pelatihan, Sertifikasi serta Dinas Jaga Pelaut (p. 8).

MLC. (2006a). Maritime Labour Convention; Hak Bekerja dan Sosial bagi Awak Kapal, Pasal IV (p. 11).

MLC. (2006b). Maritime Labour Convention; Regulation 2.3 – Hours of work and hours of rest (p. 31).

MLC. (2006c). Maritime Labour Convention; Regulation 3.1 – Accommodation and recreational facilities (p. 93).

MLC. (2006d). Maritime Labour Convention; Regulation 3.2 – Food and catering (p. 51).

MLC. (2006e). Maritime Labour Convention; Regulation 4.1 – Medical care on board ship and ashore (p. 54).

Muhammad Syarif Budiman. (2017). Penataan Sertifikasi Kompetensi Awak Kapal Penangkap Ikan Di Indonesia.

(Indonesia, Pengesahan International Convention on Standards of Training Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel, 1995 (Konvensi Internasional tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi, dan Dinas Jaga Bagi Awak Kapal Penangkap Ikan, 1995), 2019)

Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51. (2002). Perkapalan (p. 2).

Peraturan pemerintah No.7. (2000). Kepelautan.

Presiden Republik Indonesia. (2003). Ketenagakerjaan (p. 4).

Presiden Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (p. 6).

Presiden Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (p. 9).

Presiden Republik Indonesia. (2020). Penataan Ekosistem Logistik Nasional (p. 3).

PT VALLIANZ OFFSHORE MARITIM. (2018). Head Office Prosedure Manual.

Raunek. (2021). MARPOL (The International Convention for Prevention of Marine Pollution For Ships): The Ultimate Guide. Marine Insight. https://www.marineinsight.com/maritime-law/marpol-convention-shipping/

Redaksi ISL NEWS. (2021). Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Forum Ecoport, Wujudkan Green Port. Indonesia Shipping Line.

Reynas Abdillah. (2020). Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan pada tanggal 7 Juni 2020, Indonesia menempati urutan ke-2 di dunia dengan jumlah pelaut 1.172.508 orang dan berkontribusi devisa pelaut ke Negara sekitar 16 triliun / tahun.

Rudianto, R., Suhalis, A., & Pahala, Y. (2014). Hubungan kompetensi dan disiplin dengan kinerja awak armada kapal sungai. In Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik (Vol. 1, Issue 1, pp. 132-150.).

Santoso. (2016). Pengertian SEM.

Sekaran. (2016). Defenisi Sample.

Siswanto Rusdi. (2020). Omnibus Law: Tsunami bagi Pengusaha Pelayaran Nasional. CNBC Indonesia.

SOLAS. (2018). SOLAS, Safety Of Life At Sea, Pembelajaran Dunia dari Tragedi Titanic. https://jurnalmaritim.com/solas-konvensi-internasional-keselamatan-pelayaran-yang-terinspirasi-tragedi-titanic/

Sugiyono. (2017). Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Sunarti. (2012). Kesejahteraan.

Suryani dan Hendriadi. (2015). Data Sekunder.

(Indonesia, Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, 2017)

(Indonesia, Perlindungan Dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, Dan Petambak Garam, 2016)

Umar. (2012). Populasi.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40. (2004). Sistem Jaminan Sosial Nasional (p. 6).

Wijanto dan Heri. (2015). Nilai NFI mulai dari 0- 1 diturunkan dari perbandingan antara model yang dhipotesiskan dengan suatu model independent tertentu, suatu model mempunyai kecocokan yang tinggi jika nilai mendekati 1.