Vol 18, No 1 (2020)

Support Development and Intermodal Transportation at Station to Help Reactivate The Cibatu-Garut Railroad

rita rita, elvyana simbolon, anak Agung Bagus Randitya

Abstract


The implementation of sustainable transport systems has become a requirement in the policy and management strategies in handling the problems of not fully integrated transportation infrastructure network, transprotation service network and the level of public transport service in the development of a transportation network. As today, reactivation of the Railway line from Cibatu-Garut is being carried out, with the length of the Cibatu-Garut railway line being around 19.2 km. Some of the old stations used include Garut Station, Wanaraja Station and Pasir Jengkol.

Station. From the results of data collection that has been carried out, it is necessary to increase the role of other public transportation as advanced transportation and increase accessibility and integration of public transport services at the transportation node (train station) by developing advanced transportation services and good modal transfer facilities. So that a sustainable transportation system will be done.


Keywords


Accessibility of development, route activition of the Rail Cibatu-Garut

References


Erika Buchari “Angkutan Umum Multimoda, Alternatif Perencanaan Yang Sustainable (2008), Jurnal Khusus FSTPT, vol 8 edisi khusus No.3 Okt 2008.

Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.

Undang-Undang Nomor : 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

Undang-Undang Nomor : 38 Tahun 2014 tentang Jalan;

Peraturan Pemerintah Nomor : 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan;

Peraturan Pemerintah Nomor : 79 Tahun 2013 tentang jaringan lalu lintas dan angkutan jalan;

Peraturan Pemerintah Nomor : 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan;

Peraturan Pemerintah Nomor : 34 Tahun 2006 tentang Jalan;

Peraturan Pemerintah Nomor : 69 tahun 1998 tentang prasarana dan sarana kereta api;

Keputusan Menteri 49 Tahun 2005 tentang Sistem Transportasi Nasional (Sistranas);

Keputusan Menteri 15 Tahun 2010 tentang Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda 2010-2030;

Keputusan Menteri Nomor : 35 Tahun 2003 tentang penyelenggaraan angkutan orang di jalan dengan angkutan umum;

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang pedoman teknis penyelenggaraan angkutan umum di wilayah perkotaan dalam trayek tetap dan teratur.

SK. Bupati Kabupaten Garut, SK. Bupati No:551./KEP.374-DISHUB/2007, tentang Trayek Angkutan Umum Kabupaten Garut, Dinas Perhubungan Kabupaten Garut.

Satuan Kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan. “Standarisasi Fasilitas dan Peralatan Pendukung Kegiatan Alih Moda Penumpang Pada Simpul Transportasi” (2011)

Satuan Kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan “Studi Penyusunan Pedoman Penilaian Tingkat Keterpaduan Transportasi Antarmoda (2013),

Satuan Kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan. “Studi Potensi Pengembangan Keterpaduan Transportasi Antarmoda Perkotaan Di Pulau Sumatera (2014),

Satuan Kerja Kantor Pusat Ditjen Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan “Studi Kelayakan Reaktivasi Jalur Kereta Api Antara Cibatu-Garut-Cikajang (2016),

Kompas.com "Fakta di Balik Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut, Ancam Jalan Kampung hingga Tarif Murah Meriah",Media, Kompas Cyber (2018-12-13)

"Direktur Utama KAI Gunakan Motor Tinjau Jalur Non Aktif Cibatu-Garut". kai.id.

Kabupaten Garut Dalam Angka (2019), BPS Kabupaten Garut.


Full Text: PDF

DOI: 10.25104/mtm.v18i1.1641

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
Bookmark and Share