Vol 18, No 2 (2020)

INTEGRASI STASIUN TANJUNG KARANG DENGAN TRANS LAMPUNG DAN ANGKUTAN LANJUTAN DAMRI DALAM MENDUKUNG PELAYANAN TRANSPORTASI

yuveline aurora, Irawati Andriani, Marlia Herwening

Abstract


Moda kereta api merupakan primadona bagi sebagian masyarakat Indonesia hal ini disebabkan oleh harga yang terjangkau untuk semua kalangan, memiliki kapasitas angkut penumpang yang cukup besar serta sebagai transportasi yang bebas macet dari masa ke masa. Untuk itu diperlukan integrasi antarmoda yang dimulai dari integrasi fisik, pelayanan dan operasional dan pembayaran. Penelitian bertujuan menyusun desain keterpaduan koridor penghubung dan fasilitas pendukung di Stasiun Tanjung Karang dengan halte Trans Lampung dan angkutan lanjutan Damri dalam rangka peningkatan keterpaduan pelayanan transportasi. Analisis yang digunakan adalah analisis kesenjangan (gap), analisis Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil dari kajian ini, dimensi kesetaraan mempunyai nilai gap yang paling tinggi sehingga harus mendapatkan prioritas perbaikan layanan. Untuk nilai CSI terhadap pelayanan Stasiun Tanjung Karang sebesar 61,45%,hal ini menunjukkan nilai interpretasi CSI masih sangat buruk. Kondisi fasilitas alih moda masih kurang baik, dan untuk pengembangan desain dibuat berdasarkan hasil analisa yang menunjukkan bahwa akses jalan dari stasiun menuju angkutan lanjutan merupakan hal yang penting bagi pengguna stasiun, sebaiknya selasar penghubung berkanopi, agar para pengguna (penumpang) lebih nyaman terlindung dari panas maupun hujan dan meningkatkan aksesibilitas menuju ke angkutan lanjutan.


Keywords


stasiun, keterpaduan, antarmoda, pelayanan

References


Aryantono, Nanang. (2009). Penyusunan Indikator Pelayanan Transportasi Antarmoda di DKI Jakarta, Medan, Surabaya dan Yogyakarta dalam rangka Perwujudan Keterpaduan Transportasi Perkotaan yang Optimal dan Efektif. Warta Penelitian Perhubungan, Vol 21, No. 7.

Andriani, ira dan sitti subekti, “Persepsi Pelayanan Fasilitas Alih Moda Transportasi Untuk Menunjang Destinasi Pariwisata Di Kawasan Tanjung Kelayang Belitung”, Jurnal Penelitian Multimoda, Desember 2017.

Andriani, “Integrasi Transportasi dalam Mendukung Kawasan Destinasi Wisata Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung”, Jurnal Penelitian Multimoda, Desember 2018.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda. Laporan Monitoring dan evaluasi Pelayanan Transportasi Pada Masa Lebaran Tahun 2017. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, 2017.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda. Studi Evaluasi Keterpaduan dan Desain Stasiun Kereta Api dengan Shelter Bus Rapid Transit, 2013.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda. Studi Penyusunan Prototype Stasiun Kereta Api dalam Perspektif Angkutan Multimoda, 2014.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda. Penentuan Kriteria Keterpaduan Transportasi Antarmoda di Bandar Udara, 2014

Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda. Laporan Akhir Studi Evaluasi Keterpaduan dan Desain Stasiun Kereta Api dengan Shelter Bus Rapid Transit (BRT).

Octaviana, Arischa. “Analisa Pelayanan Kereta Api Penumpang (Limex Sriwijaya) Tanjung Karang – Palembang dari Sisi Kepuasan Pengguna.” Tesis, Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, 2016.

Pandensolang, Yonatan Christian. “Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan: Pengembangan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang di Lampung.” Skripsi, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2014.

Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2011 – 2030.

Badan Pusat Statistik. Statistik Transportasi Provinsi Lampung. BPS Provinsi Lampung: 2016.


Full Text: PDF

DOI: 10.25104/mtm.v18i2.1718

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
Bookmark and Share