Demand Angkutan Penyebrangan di Sumba Timur, Nusa tenggara Timur

BAMBANG SISWOYO

Article Metrics

Abstract view : 436 times
PDF - 380 times

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mendukung program Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan pada daerah-daerah terpencil dan terisolasi di Nusa Tenggara Timur, terutama Kabupaten Sumba Timur, dimana masih banyak daerah yang belum memiliki akses ke luar daerah baik untuk berhubungan antar kecamatan maupun kabupaten dalam satu propinsi maupun keluar daerah yang lain. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif Kuantitatif, yang menggunakan metode Kuadrat Terkecil (Least Square Metdhod) dan bantuan program Microsoft Office Excel 2007. Sebagai wilayah kepulauan, angkutan penyeberangan di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sumba Timur merupakan kebutuhan vital dalam menunjang pembangunan daerah.Kemajuan angkutan penyeberangan dapat mendorong kelancaran arus barang dan jasa serta meningkatkan mobilitas orang terutama pada daerah-daerah terpencil. Dengan menggunakan data deret berkala selama enam tahun (Tahun 2009-2014) demandangkutan penyeberangan tahun 2020 diprediksi sebagai berikut: pada lintasan Waingapu-Kupang jumlah penumpang sebanyak 7.129 orang, R4 (mobil) sebanyak 800 unit, dan R2 (sepeda motor)  sebanyak 920 unit; pada lintasan Waingapu-Aimere, jumlah penumpang sebanyak 10.000 orang, R4 (mobil) sebanyak 880 unit, dan  R2 (sepeda motor)  sebanyak 972 unit; pada lintasan Waingapu-Sabu jumlah penumpang sebanyak 435 orang, R4 (mobil) sebanyak 204 unit, dan  R2 (sepeda motor)  sebanyak 70 unit.

Full Text:

PDF

References

Achmad Afandi Tanjung, Model Pemilihan Moda Angkutan Penumpang Kapal Feri (PT.ASDP) & Kapal Cepat (Swasta) Rute Sibolga – Gunung Sitoli (Dengan Metode Stated Preference), 2010, Medan;

Anonim, 2014Kabupaten Sumba Timur dalam Angka Tahun 2014, BPS Kabupaten Sumba Timur, Waingapu;

Anonim, 2014 Profil Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Timur, Waingapu;

Bambang Siswoyo, Abdi kurniawan, Preferensi Rencana Angkutan Laut Kapal Cepat Padang-Kepulauan Mentawai, Warta Penelitian Perhubungan, Volume 26, Nomor 11, November 2014, Jakarta;

Hanok Mandaku, Analisis Kebutuhan Transportasi Penyeberangan Pada Lintasan Waipirit-Hunimua,ARIKA, Vol. 04, No. 2, Agustus 2010, ISSN: 1978-1105.

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2001 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan.

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 53 Tahun 2002, Tentang Tatanan Kepelabuhanan Nasional.

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.73/AP005/DRJD/2003 Tahun 2003 Tentang Persyaratan Pelayanan Minimal Angkutan Penyeberangan.

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL 108/13/20/DJPL-14tentang Jaringan Trayek dan Kebutuhan Kapal Pelayaran Perintis Tahun Anggaran 2015 serta Ketentuan-Ketentuan Pelaksanaannya, 10 Oktober 2014.

Nasution. M. N., (2004), Manajemen Transportasi, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Sugiyono.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. 2012, Bandung: Alfabeta.

Tebiary Lepius, Setijo Prajudo, dan Edwin Matatulla, Analisa Kinerja Fasilitas Pelabuhan Amahai Dalam Rangka Memenuhi Kebutuhan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Pulau Seram, Program Pascasarjana Teknologi Kelautan, FTK-ITS, Surabaya *Email: tebiary09@.mhs.na.its.ac.id 2 Jurusan Teknik Perkapalan, FTK-ITS, Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan, 9-10 Desember 2010. Panduan Lengkap: SPSS 6.0 forWindows

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, Jakarta.

Copyright (c) 2018 Warta Penelitian Perhubungan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Jurnal Warta Penelitian Perhubungan have been indexed on: