Kajian Rute Potensial Bus Trans Sarbagita Yang Akan Melayani Bandara Ngurah Rai Denpasar

Zulfikri Zulfikri

Article Metrics

Abstract view : 304 times
PDF - 343 times

Abstract

Bali merupakan salah satu tempat pariwisata di Indonesia yang paling diminati baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan operasional Bandara Ngurah Rai, Pemerintah Provinsi Bali akan melakukan kerjasama dengan PT. Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai untuk menyediakan bus bandara. Pelayanan bus bandara yang akan digunakan adalah angkutan Bus Trans Sarbagita yang saat ini sudah beroperasi. Dari hasil analisis sebanyak 65,68% responden pulang atau pergi ke bandara melalui rute By Pass Ngurai Rai baik untuk tujuan Ubud – Gianyar, Nusa Dua, Jimbaran, Sanur, maupun ke daerah Pemogan. Sedangkan untuk rute – rute potensial lain seperti jalur By. Pass Ngurah Rai – Sunset Road – Jalan Imam Bonjol, Jalan Raya Tuban – Jalan Raya Kuta – Jalan Imam Bonjol, Jalan Raya Tuban – Jalan Raya Kuta, Jalan Dewi Sartika – Jalan Raya Kediri – Jalan Raya Kuta.

 

Kata kunci: trans sarbagita, bus bandara, rute potensial

Full Text:

PDF

References

Anggoman, Johan.P.E.2007.Studi Tingkat Pelayanan Angkutan Umum Damri di Kota Manado. Semarang Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali.2011.Pengembangan Angkutan Umum Trans Sarbagita. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 tentangPenyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum, Jakarta Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.1839/HK.601/DRJD/2006, Jakarta

No. Zona

Jumlah Kendaraan Maksimum

Rit Per Kendaraan

Jumlah Kendaraan Yang Diperlukan 1 2 3 4 5 1 A 319 8 40 2 B 485 6 76 3 C 73 10 8 4 D 35 6 6 5 E 118 8 15 6 F 182 8 23

Jumlah kendaraan yang diperlukan untuk tiap – tiap zona layanan angkutan bus bandara yaitu yang paling banyak adalah wilayah zona B yaitu meliputi wilayah kota dan sekitarnya dengan jumlah armada bus yang dibutuhkan sebanyak 76 kendaraan bus kapasitas 50 orang. Sedangkan untuk wilayah Kuta dan sekitarnya sampai wilayah Kerobokan memerlukan jumlah kendaraan 40 kendaraan yang kapasitasnya 35 orang. Begitu juga untuk wilayah Pemogan dan sekitarnya dengan kapasitas kendaraan 35 orang memerlukan jumlah kendaraan 8 buah. Sedangkan untuk wilayah Sanur, Nusa Dua dan Jimbaran masing – masing memerlukan jumlah kendaraan 6, 15 dan 23 kendaraan dengan kapasitas kendaraan 50 orang.

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Terhadap rencana pengoperasian Bus Trans Sarbagita sebagai angkutan bandara, responden yang diwawancarai baik pengguna angkutan umum maupun pegawai yang bekerja di lingkungan bandara menyatakan sebanyak 88,18% responden menyatakan setuju dan sangat setuju dengan rencana tersebut. Urutan prioritas yang diharapkan responden terhadap rencana pengoperasian bus bandara yaitu sebanyak 46,6% memilih prioritas harga/tarif yang terjangkau. Sebagian besar pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai adalah wisatawan domestic dari Jakarta atau sebesar 47,01% dari seluruh responden yang berhasil diwawancarai, sedangkan persentase

Sumber: Hasil Analisis, 2013

Kajian Rute Potensial Bus Trans Sarbagita Yang Akan Melayani Bandara Ngurah Rai Denpasar (Zulfikri)

Peraturan Menteri No. 10 Tahun 2012 tentangStandar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan, Jakarta Penghitungan Jumlah Kendaraan. PT. Angkasa Pura I Persero, 2010,

diakses 16 Juni 2013> Rini, Indri Nurvia Puspita.2007.Analisis Persepsi Penumpang Terhadap Tingkat Pelayanan Bus Way.< http://eprints.undip.ac.id/15650/1/Indri_Nurvia_ Puspita _R.pdf, diakses tanggal 6 Desember 2010> Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Jakarta.

Copyright (c) 2019 Warta Penelitian Perhubungan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Jurnal Warta Penelitian Perhubungan have been indexed on: